Berkunjung ke Sentra Beras Cianjur di Sukamulya Warungkondang

Pak Obay (Ketua Gapoktan/paling kiri) bersama mahasiswa Pbsi S2 Unsur dan Pembimbing di lahan percobaan Balai Benih Padi Sukamulya Warungkondang

Pantura boleh bangga disebut lumbung padi Jawa Barat, namun jenis padi Cianjur dengan jenis Pandangwangi cukup termasyur, bukan saja di tatar Pasundan, tapi di Nusantara.

Beras Pandanwangi dikenal  enak, pulen, dan mengeluarkan aroma daun pandan yang harum hanya dihasilkan di kabupaten ini. Pandanwangi merupakan tanaman endemik l(okal) memiliki umur  150 -165 hari, tinggi tanaman 150-170 cm, bentuk gabahnya bulat  dan gemuk  (berperut), tahan rontok, berat 1000 butir gabah setara dengan 300 gr, nasi pulen, beraroma pandan, kadar amylase 20% potensi hasil 6–-7 Ton/Ha malai kering pungut.

Pandanwangi merupakan varietas lokal yang hanya terdapat di  daerah Kecamatan Warungkondang, Cugenang, Cibeber, Cianjur, Cilaku dan Campaka.  Uniknya apabila ditanam di luar daerah tersebut rasanya berbeda dan aromanya tidak muncul.

Warungkondang merupakan penghasil sekitar 50 persen beras Pandanwangi. Berdasarkan data diperoleh dari situs pemkab cianjur.go.id, Warungkondang memiliki 28 kelompok tani dengan jumlah anggota 2.985 anggota dan produksi 5.950 ton dari produksi tota Cianjur 11.527 ton.

Sistem Legowo

Rombongan penulis berhasil menyambangi desa Sukamulya sekitar 5 km dari ibukota kecamatan Warungkondang.   Di sini bertemu dengan Ketua Gapoktan, Pak A. Mubarok yang biasa dipanggil Pak Obay.  Pak Obay bekerja sebagai pegawai di Balai Benih Padi Sukamulya, tak jauh dari Balai Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang. Selain dua amanat di atas,  Pak Obay menyambi sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sukamulya Kec. Warungkondang Cianjur.

sistem tanam legowo: ada jeda di antara barisan panjang (sumber: google.com)

Pak Obay memperkenalkan kepada kami tentang sistem bertanam padi jajar legowo. Istilah jajar legowo diambil dari bahasa jawa yang secara harfiah tersusun dari kata “lego (lega)” dan “dowo (panjang)”. Istilah ini  sama dengan nama pejabat yang memperkenalkan cara tanam ini yakni Bapak Legowo  (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara  Jawa Tengah).

Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam sehingga tanaman akan lebih banyak, namun  memiliki barisan kosong di mana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antarbarisan

Fungsi barisan kosong untuk mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong; adanya barisan kosong dapat menghambat serangan hama dan tikus; sirkulasi dan cahaya matahari bisa masuk dan ternyata efektif meningkatkan produksi padi.

Namun menurut Pak Obay ada kelemahan juga yakni tenaga dibutuhkan semakin banyak dan lahan kosong dapat saja ditumbuhi gulma.  Namun hal ini dapat dikonversi dengan produksi padi dihasilkan.

Metode legowo 2 (berselang dengan dua baris tanam padi) hingga legowo 5 (lima baris) diselang barisan kosong dapat penulis saksikan sendiri di atas lahan dikelola Pak Obay di lahan milik Balai Benih Sukamulya.

Balai Benih Padi Sukamulya tak jauh dari Balai desa ini

Dunia terus berputar. Inovasi dan teknologi bidang pertanian merupakan hal niscaya, karena beradu cepat dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sebagai konsekuensi peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan pemukiman, dan  pertumbuhan industri yang menggerus lahan pertanian.

Bibit padi unggul yang umurnya pendek, produksinya tinggi, tahan terhadap penyakit, dan tentu pulen, enak, serta harum terus diteliti oleh oleh para ahli.  Di samping Balai Benih Padi Sukamulya (milik Pemkab Cianjur) meneliti varietas lokal, balai penelitian padi berskala nasional terdapat  di Ciasem Sukamandi Subang yakni Sang Hyang Seri Ciasem Subang (Persero)  maupun tingkat internasional yaitu  IRRI (Lembaga Penelitian Padi Dunia) berpusat di Los Banos, Filipina) terus intensif mencari varietas-varietas unggul.  Semua ini demi menjaga stok pangan masyarakat dunia.

Begitupula stimulus bagi petani, dengan bibit unggul, bertani menjadi efektif, dan diharapkan harga gabah dibuat menarik sehingga dapat mengangkat kehidupan mereka lebih terhormat dan sejahtera.

Beras adalah produk pangan strategis dibutuhkan penduduk negeri dan stoknya harus selalu tersedia.  Melalui kerja keras dan ketelatenan pahlawan pangan inilah, umat manusia bakal terselamatkan dari ancaman bencana kelaparan.  Tanaman padi telah menjadi ikon kemakmuran ditandai kokohnya  ketahanan pangan suatu bangsa.

(Dadan Wahyudin, mahasiswa pbsi s2 Unsur Cianjur)

 


 

This entry was posted in Pesona Cianjur. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>