Menikmati Laksa di Warungkondang: Sekali Mencicipi, Langsung Jatuh Hati

Menikmati laksa di satu pelosok Warungkondang

 Laksa merupakan jenis kuliner mungkin  asing bagi warga non-Jabodetabek, termasuk saya.  Awalnya, mahasiswa acuh tak acuh  saat ditawari oleh Bu Siti Maryam.

Makanan berupa touge, soun, dan kemangi mentah, tak menarik lidah berselera. Apalagi pelengkapnya berupa oncom mentah.  Begitupula cara meramunya pun cukup sederhana, yakni bahan-bahan   di atas  dicampur dalam mangkuk lalu dibenamkan dalam kuah bumbu sebentar.  Beres deh.. Wah…

Bu Siti menawarkan satu mangkuk laksa.  Lalu dicicipi oleh mahasiswa berdua.  Awalnya, kuliner khas Jabodetabek itu hanya dikunyah sembari dirasakan sedikit-sedikit.  Rasa enak di lidah, rupanya membuat suapan berikutnya makin kencang, ternyata minta nambah….

Laksa buatan Mang Sadeli ini akhirnya ludes diborong pecinta kuliner baru.  Beberapa warga sekitar sebagai pelanggan setia yang hendak memesan laksa terpaksa harus gigit jari,  kecele, karena laksa favoritnya telah habis.

Menurut Mang Sadeli, ia dikenal warga satu-satunya penjual laksa di Sukamulya Warungkondang Cianjur.  Setiap pagi ia berkeliling memikul dagangannya yang telah dinanti konsumen setianya.

Berapa lama Mang Sadeli berjualan laksa?

“Laksa berkah bagi saya, termasuk mendapatkan jodoh dan menghidupi keluarga berkat dagang laksa,” ungkapnya sambil terkekeh. Bila dihitung dari masa bujangan hingga sekarang sudah bercucu, angka 30 tahun lebih telah diuntai oleh Mang Sadeli yang setia menekuni usaha ini. Menurut pengakuannya, ilmu berdagang laksa diperoleh dari orang tuanya secara langsung.

 Adakah suka dukanya?

“Sukanya seperti ini pagi-pagi habis diborong.  Dukanya, seperti dialami umumnya pedagang kecil, kalo musim hujan, konsumen sepi,  di rumah keluarga pada nunggu hasil dagang hari ini,” ungkapnya sambil menghitung pendapatan diperoleh hari itu.

Aneka Laksa

Mahasiswa PBSI S2 mencoba laksa, sekali mencicipi, ketagihan

Dari keterangan Ibu Seno yang tinggal di Tengerang, ia menyebutkan bahwa laksa Tangerang itu berbeda  dengan Laksa Betawi atau Laksa Cibinong/Bogor.  Menurutnya,  Laksa Bogor kuah kentalnya berasal dari potongan oncom. Lalu dalam campurannya ada ketupat, bihun, tauge panjang, suwiran daging ayam, udang dan telur rebus. Biasanya dimakan dengan sambal cuka.

Lalu Laksa Betawi biasanya berisi telur, ketupat, tauge pendek, daun kemangi, dan kucai. Ada juga yang menambahkan bihun dan perkedel.

Adapun Laksa Tangerang itu terbuat dari mie tepung beras putih yang telah direbus, lalu ditaburi daun seledri, setelah itu mie itupun diberi kuah kuning kental  Pelengkapnya bisa opor ayam, telur rebus atau tahu.

Berapa harga semangkok?

Harga laksa Mang Sadeli cukup merakyat, cukup merogoh Rp. 3.000,00. Anda sudah mendapatkan seporsi laksa yang membuat lidah Anda ketagihan.  Tak percaya, silakan mencobanya!

(dewa)

 Baca Artikel Sejenis:

Cingcau Rajamandala di Gerbang Marhamah

This entry was posted in Pesona Cianjur and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menikmati Laksa di Warungkondang: Sekali Mencicipi, Langsung Jatuh Hati

  1. Nenden Kamaria Hanura says:

    ih…mau doooong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>